Jumat, 07 November 2008

Arema Benamkan Persijap

Sabtu, 19 Juli 2008 - 17:15 wib


Achmad Firdaus - Okezone

JEPARA - Arema Malang sukses menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kandidat juara Indonesia Super League 2008. Bertandang ke markas Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (19/7/2008), Singo Edan sukses membenamkan Laskar Kalinyamat dengan skor tipis 2-1.


Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit, kedua tim langsung memperagakan permainan cepat dan terbuka. Saat pertandingan memasuki menit ke-15, tim tamu Arema sukses unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Zulkifly. 1-0 Arema memimpin.


Tertinggal satu gol, Persijap mulai menaikkan tempo serangan. Alhasil, beberapa peluang sempat didapat lewat para bombernya. Namun, hingga babak pertama usai Arema tetap unggul 1-0.


Memasuki babak kedua, Arema tak juga mengendurkan serangan. Singo Edan mendapatkan peluang lewat bomber andalannya Emil Mbamba di menit ke-58. Sayang, sepakan kerasnya masih mampu diblok kiper Persijap.


Persijap membalas lewat pemain pengganti Charliy di menit ke-66. Sayang, tendangan lob Charliy tak mampu melewati hadangan kiper Persijap, M. Yasir yang tampil cukup gemilang.


Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Persijap akhirnya membuahkan hasil. Adalah Doni Siregar yang berhasil membuat kedudukan kembali imbang 1-1, lewat tendangan spekulasinya dari luar kotak penalti di menit ke-76.


Berhasil mencetak gol balasan membuat para pemain Persijap semakin bernafsu mengempur pertahanan Arema. Namun, permainan agresif yang diperagakan Persijap harus dibayar mahal.


Arema yang mengandalkan serangan balik cepat mampu mencuri gol di menit ke-88, lewat Sulaimani Traore. Berawal dari tendangan bebas Esayah Benson, Traore sukses memanfaatkan lemahnya barisan pertahanan Persijap lewat sundulan mematikan, sekaligus menutup laga dengan kemenangan 2-1 bagi Arema.

(fmh)

Persijap Pecundangi Persiba

Okezone.com 9 Agustus 2008 - 18:57 wib

JEPARA - Persijap Jepara mengungguli tamunya Persiba Balikapapan 5-1 (2-1). Lima gol Persijap dicetak Evaldo da Silva (17), Arnaldo Vilalba (33 dan 74) dan Amarildo Souza (67) serta gol bunuh diri salah seorang pemain belakang Persiba pada menit ke-76. Sedangkan satu-satunya gol balasan Persiba dicetak oleh Musafri pada menit ke-30.


Bermain dihadapan pendukungnya sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Sabtu (9/8/2008), Persijap tampil kesetanan. Sejak peluit panjang babak pertama dibunyikan, Evaldo dkk langsung tampil menggebrak.


Kekhawatiran publik absennya Pablo Frances akan memengaruhi ketajaman lini depan Persijap tidak terbukti.


Arnaldo Vilalba yang menjadi satu-satunya bomber andalan Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- saat menghadapi Persiba membuktikan ketajamannya. Dua gol bomber yang diimpor dari Argantina tersebut menjadi bukti bahwa lini depan Persijap tidak lagi mandul.


Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pelatih Persijap Djunaedi yang dalam beberapa musim terakhir menjadi asisten Pelatih Persiba Peter Butler benar-benar hafal luar dalam Beruang Madu. Menurut Djunaedi, dibanding saat menjamu PKT Bontang dilag sebelumnya, permainan tim asuhannya mengalami peningkatan. Terutama dalam hal finishing.


"Hari ini penyelesaian akhir anak-anak sangat luar biasa. Dibanding saat menghadapi PKT, permainan mereka jauh lebih bagus. Anak-anak bisa memanfaatkan tidak hadirnya Robby Gaspar dan Bruno di lini tengah Persiba," ujar Djunaedi.


Kemenangan ini, lanjut Djunaedi, menjadi modal berharga bagi tim asuhannya sebelum bertandang ke Stadion Mandala, Jayapura markas Persipura. "Ini menjadi modal bagus kami untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Terutama saat menghadapi Persipura," tukasnya.


Sementara itu, Peter mengaku sangat kecewa atas kekalahan kedua yang menimpa Ferly La'ala dkk. Hanya saja, pelatih asli Inggris itu tak bisa menyalahkan anak asuhnya. Meski dia mengaku sangat kecewa dengan permainan yang ditunjukkan tim asuhannya.


"Saya tidak bisa menyalahkan pemain. Kita harus cari tahu penyebab kekalahan ini. Caranya dengan melakukan evaluasi tim secara menyeluruh. Karena hal ini tidak bisa dilakukan satu per satu," tegas Peter.

(Agus Anggoro/Sindo/fmh)



Persiwa Taklukan Persijap 1-0

Okezone.com Senin, 18 Agustus 2008 - 19:31 wib


WAMENA - Tuan rumah Persiwa Wamena sukses meraih poin sempurna setelah menang tipis 1-0 atas tamunya Persijap Jepara di Stadion Pendidikan, Wamena, Senin (17/8/2008).


Gol tunggal Persiwa dicetak Tarikh Choi pada menit 43 lewat sundulan, memanfaatkan tendangan bebas dari luar kotak penalti Persijap. Tarikh yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola ke gawang Laskar Kalinyamat yang dikawal Danang Wihatmoko.


Persijap sebenarnya dapat menyamakan kedudukan melalui bomber asingnya Pablo Francis. Sayangnya, Pablo berhadapan dengan penjaga gawang Persijap Charles Woof gagal memanfaatkan kesempatan.


"Dari segi permainan bisa dibilang hampir berimbang. Meski kita akui tuan rumah lebih banyak menguasai bola. Sebenarnya kita juga punya, tapi gagal dimanfaatkan dengan maksimal," tukas Asisten Pelatih Persijap Punto Wiyono.


Para pemain Persijap sepertinya tidak bisa beradaptasi dengan cuaca dingin Wamena. Akibatnya, permainan dan kondisi fisik mereka menjadi terkontaminasi.


"Cuaca di sini sangat berpengaruh sekali. Apalagi, kandungan oksigen di sini sangat tipis. Jadi, pemain menjadi cepat lemas," keluh Punto.

(Agus Anggoro/Sindo/fmh)



Persijap Pecundangi PSMS

Okezone.com, Jum'at, 17 Oktober 2008 - 19:01 wib


SEMARANG - Persijap Jepara sukses memenuhi ambisinya meraih angka penuh. Tiga angka itu dikantongi setelah membungkam tuan rumah PSMS Medan 2-1 pada lanjutan Liga Super 2008/2009 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/10/2008) sore.


Gol pertama Persijap dicetak Pablo Frances pada menit ke-29 setelah memanfaatkan umpan silang Amarildo Souza. Ayam Kinantan sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-77 melalui tandukan Patricio Jim�nez. Gol Carlos Raul pada menit ke-85 menjadi penentu kemenangan Persijap.


Bermain di kandang lawan diakui atau tidak membuat Laskar Kalinyamat sedikit diuntungkan. Sebab, letak geografis Jepara-Semarang tak terlalu jauh. Sehingga, dengan mudah Jetman dan Banaspati memberi suntikan moral kepada tim kesayangan mereka.


Tanpa mengenakan atribut kebesarannya, Jetman dan Banaspati tetap hadir guna memberi dukungan kepada Evaldo Silva de Azis dkk. Sebelumnya, mereka sepakat untuk tidak mengirimkan anggotanya ke Semarang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Seperti diketahui, hubungan antara suporter Jepara dengan suporter Semarang sedikit renggang pascabentrokan yang terjadi pada musim kompetisi 2006 silam.


Bagi Persijap, ini merupakan kemenangan perdana mereka di luar kandang. Karena dari empat laga tandang yang telah dilalui, tak satu pun yang mampu mereka menangani. Maksimal, tim besutan Djunaedi itu hanya mampu membawa pulang satu angka dari kandang lawan.

(Agus Anggoro/Sindo/fmh)



Persijap Petik Tiga Poin

Okezone.com, Sabtu, 25 Oktober 2008 - 18:17 wib


JEPARA - Persijap Jepara berhasil memanfaatkan partai kandangnya dengan maksimal. Persijap mengatasi perlawanan Pelita Jaya 1-0 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Gelora Bumi Kartini, Sabtu (25/10/2008).


Sebenarnya, tim Pelita mampu mendominasi jalannya pertandingan sejak babak pertama dibunyikan.


Pertandingan baru berjalan 12 menit, Pelita langsung mengancam gawang Persijap melalui Christian Lopes. Sayang, sundulan penyerang asal Brasil ini masih mampu dihalau oleh kiper Persijap yang dikawal Danang Wihatmoko.


Persijap mencoba keluar dari tekanan Pelita dan memiliki peluang pertama lewat Evaldo Silva pada menit ke-25. Sayang, tendangannya itu hanya dengan mudah diamankan kiper Pelita yang dikawal Dian Agus Prasetyo.


Meski nyaris tertekan sepanjang babak pertama, namun Persijap justru dapat unggul lebih dahulu melalui gol Arnaldo Villalba pada menit ke-32. Gol tercipta setelah Villalba mampu memanfaatkan umpan silang Enjang Rohiman. 1-0 Persijap memimpin.


Pelita berusaha bangkit untuk menyamakan kedudukan. Sayang, skor 1-0 untuk keunggulan Persijap bertahan hingga turun minum.


Di babak kedua, Pelita berusaha bangkit dan menambah daya dobrak dengan memainkan bek sayap Muhamad Ridwan menggantikan gelandang Egi Melgiansyah. Ridwan langsung mengancam gawang Dian Agus.


Sayang, tendangan pemain timnas Indonesia itu masih melambung dari gawang Dian Agus. Pelita berusaha terus menekan pertahanan Persijap. Namun, skor 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah tetap bertahan.


Ini merupakan kedua kalinya tim asuhan Junaidi itu memetik kemenangan di kandang. Sebelumnya, Persijap memetik poin penuh di kandang dengan menaklukkan PSIS Semarang 1-0.


Dengan hasil ini, Persijap bertahan di posisi 6 dengan poin 28 dari 14 pertandingan. Sedangkan Pelita baru mengemas 23 poin dari 16 laga.

(hmr)


Persijap Ingin Pemain Tanpa Beban

Okezone.com,Jum'at, 24 Oktober 2008 - 19:16 wib


JEPARA - Sukses menduduki peringkat enam klasemen sementara Liga Super 2008/2009 melipat gandakan motivasi Persijap Jepara. Apalagi mereka baru saja menyandang predikat baru sebagai "Raja" Jateng usai mengandaskan perlawanan PSIS Semarang beberapa waktu lalu.


Dua hal tersebut menjadi modal penting bagi Laskar Kalinyamat saat menjamu Pelita Jaya Purwakarta, Sabtu (25/10/2008) di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara. Tiga angka mutlak harus diraih Evaldo Silva de Azis dkk dalam laga ini. Ini merupakan partai kandang terakhir mereka diputaran pertama ini.


"Kemenangan kemarin membuat motivasi pemain meningkat. Bukan itu saja, kami juga diuntungkan dengan nama besar yang disandang Pelita. Apalagi kami bermain di kandang sendiri. Semoga para pemain tidak terbebani dengan target tersebut," kata Sekretaris Persijap Nur Jamil, Jumat (24/10/2008).


Keinginan serupa disampaikan Arsitek Persijap Djunaedi. Mantan Asisten Pelatih Persiba Balikpapan itu berharap, beban mental yang harus dipikul tim asuhannya tak seberat ketika menjamu PSIS.


Beban mental yang harus dipikul tim Kota Ukir saat menghadapi Mahesa Jenar julukan PSIS- sangat memengaruhi permainan mereka. Ya, secara kualitas, materi yang dimiliki Persijap memang sedikit lebih baik dibanding PSIS.


Sedangkan materi yang dimiliki The Young Guns bisa dibilang sedikit di atas Persijap. Meski jika melihat peringkat kedua tim dalam klasemen sementara, Persijap memang lebih baik.


"Saya berharap, situasi seperti kemarin tidak terulang lagi. Yang jadi sekarang adalah, saya harus mengatasi problem kelelahan yang dialami para pemain. Rotasi pemain mungkin akan menjadi solusi yang akan saya ambil," kata pelatih yang akrab disapa Bang Djun.


Dalam beberapa pertandingan terakhir, Bang Djun menilai, sejumlah pemain mulai mengalami penurunan fisik. Bomber asing asal Paraguay Arnaldo Villalba merupakan salah satunya. Selain Arnaldo, gelandang asal Brazil Amarildo Sauza pun mengalami masalah yang sama. Menurut Bang Djun, hal itu dikarenakan padatnya jadwal pertandingan yang harus dilakoni Persijap sepanjang bulan ini.


"Dalam dua pertandingan terakhir Arnaldo terlihat bermasalah. Demikian juga dengan Souza. Saat ini kami memang mulai dihadapkan dengan masalah menurunnya kondisi fisik pemain," lanjutnya.


Menghadapi tim asuhan Fandi Ahmad, Bang Djun mengaku, ada kemungkinan kembali merombak komposisi skuadnya. Di lini belakang, dia masih akan mempertimbangkan antara Anam Syahrul atau Sofyan Morhan. Satu dari dua pemain tersebut akan dipilih untuk mendampingi Evaldo dan Aji Nurpijal sebagai benteng terakhir Persijap.

(Agus Anggoro/Sindo/fmh)



Tarung Kolektivitas Persib & Persijap

Okezone.com, Rabu, 29 Oktober 2008 - 16:03 wib

BANDUNG - Nyali dan konsistensi Persib Bandung yang tak terkalahkan dalam� enam pertandingan terakhir bakal diuji. Tantangan akan datang dari kekuatan kolektivitas Persijap Jepara. Kedua klub akan bertarung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/10/2008) malam.


"Kami lawan kolektivitas dengan kolektivitas. Persijap tak memiliki pemain yang menonjol, tapi secara unit permainan mereka sangat menonjol. Keberhasilan mereka menahan imbang Persipura di Jayapura menunjukan kekuatan Persijap tak boleh dikesampingkan tim lain," kata pelatih Jaya Hartono usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Persib, Rabu (29/10/2008).


Meski banyak disokong kualitas individual, perlahan Maung Bandung mulai meretas jadi kekuatan yang lebih menyukai kesatuan tim di lapangan untuk meraih hasil maksimal. Itu merupakan senjata yang membuat Maung Bandung mulai merangkak ke jajaran atas klasemen sementara.


Jaya pun tak bosan meminta pasukanya kembali bermain kolektif, lebih menonjolkan kepentingan tim dibandingan perorangan. "Sudah terbukti memberikan banyak hal positif. Jika kolektifitas kembali dikedepankan dalam permainan peluang meraih poin cukup terbuka," ujar Jaya.


Karena dasar kepentingan tim, Rafael Alves Bastos yang kini jadi incaran bek-bek lawan, enggan mengumbar janji akan menambah pundi-pundi golnya.


"Tugas utama saya memang mencetak gol, tapi ada yang lebih dan harus diutamakan membantu Persib mengalahkan Persijap," tegas Bastos yang sejauh ini sudah mengoleksi.


Nafsu membobol gawang Laskar Kalinyamat justru diungkapkan Harry Salisburi. Mantan pemain PSIS Semarang itu rupanya masih menyimpan memori saat ia membobol gawang Persijap dengan cara lumayan unik. Dua musim lalu, Harry masih mengenakan kostum PSIS sukses membobol gawang Persijap lewat corner kick. "Jika ada kesempatan saya akan mencoba dan Insya Allah mengulanginya kembali," ucap Harry.


Kepercayaan diri Maung Bandung kian menebal setelah bek asal Kamerun, Nyeck Nyobe Georges Clement yang sebelumnya dikabarkan absen akibat akumulasi kartu kuning tetap bisa diturunkan. Setelah dilakukan pengecekan, pemain berusia 24 tahun tersebut ternyata baru mengoleksi satu kartu kuning.


Artinya tak seperti yang selama ini dilansir beberapa media. Pemain yang pernah dibuang ke Persela Lamongan ini, tetap bisa diandalkan Maung Bandung sebagai tembok pertahanan.


"Nyeck tetap bisa main hukuman kartu kuning yang diterimanya baru satu," ucap Sekretaris Tim, Yudiana kepada wartawan.


Pelatih Persijap, Djunaedi tampak sangat menaruh kepercayaan kepada Evaldo dkk, bertarung di bawah tekanan publik tuan rumah.


"Yang kami tahu publik sepakbola Bandung sangat fanatik ketika memberikan dukungan. Beda dengan penonton di Jepara yang cenderung lebih tepat dikategorikan penikmat sepakbola. Saya hanya berharap kebersamaan dilapangan kembali ditunjukan dan nikmati saja permainan," tutur Djunaedi.


Kehilangan Arnaldo Villalba Benitez, tak menyurutkan semangat dan keyakinan Djunaedi timnya bakal menyulitkan Maung Bandung. "Persijap selama ini selalu menyulitkan Persib, saya harap hal itu kembali terjadi dalam pertemuan kali ini," tandasnya.


Perkiraan pemain:
Persib Bandung (3-5-2)
Tema Mursadat (kiper) ; Nova Arianto, Maman Abdurahman, Nyeck Nyobe ; Gilang Angga, Hilton Moreira, Atep, Lorenzo Cabanas, Hari Salisburi ; Rafael Alves Bastos, Airlangga Sutjipto.
Pelatih: Jaya Hartono

Persijap Jepara (4-4-2)
Danang (kiper) ; Evaldo de Assis, Aji Nuprijal, Sofyan Morhan, Isdianto ; Nurul Huda, Doni Siregar, Enjang Rohiman, Amarildo Souza ; Pablo Frances, Carlos Sciucatti.
Pelatih: Djunaedi

Head to Head
Liga Indonesia XII/2006
18/01/2006 Persib vs Persijap 0-1
11/04/2006 Persijap vs Persib 1-1

Babak 32 Besar Piala Indonesia 2007
15/06/2007 Persijap vs Persib 0-0
19/06/2007 Persib vs Persijap 0-0 (Adu penalti 3-4)

(Mohamad Taufik/Sindo/fmh